Wednesday, November 28, 2012

Modus Penjualan Salesman

Pernah nggak sih, tempat tinggal kalian kedatangan Salesman/girl yang menawarkan berbagai produk ini dan itu?
ya, baru beberapa hari yang lalu rumah saya didatangi oleh seorang salesman.

Singkat cerita, sore itu seseorang mengetuk pintu rumah saya.
Tok..tok..tok..!

"Maaf mbak, sebelumnya apakah tadi sudah ada seorang teman saya datang kesini?"
"Kami dari Universitas ..... (saya tidak ingat) akan mengadakan seminar di Java Mall (salah satu mall di Semarang)"
"Boleh saya minta waktu sebentar?"

kemudian saya persilakan masuk ke dalam rumah.
Ia kemudian mulai menjelaskan,

"pada bulan Desember, kami akan mengadakan seminar terapi di Java Mall untuk penyembuhan penyakit mata, tanpa obat, tanpa pijat. hanya menggunakan healty glasses."

kontan ia mengeluarkan kotak dari dalam tasnya.
"ini saya ada sample kacamatanya, mbak boleh coba, tapi buat sample aja lho ya, jangan diminta. hehe."

saya coba kacamata tersebut, kira-kira 1menit lah. tiba-tiba saya merasa pusing. saya lepaskan kembali kacamatanya.

"gimana mbak? ada perbedaan?"

saya iyakan saja, walaupun saya tidak merasakan perubahan. niatnya sih biar cepet selesai, orang itu cepet pulang.

"sekarang saya minta pendapat mbak ya. bulan depan waktu seminar, kacamata ini akan dihargai Rp 999.000,-. menurut mbak kemahalan nggak? dibandingkan dengan bergonta-ganti kacamata. bayangkan saja, mbak sudah berapa kali ganti kacamata. dengan healty glasses ini mbak bisa langsung sembuh kalau pemakaiannya rutin."

ya jujur saja, biaya yang saya keluarkan untuk membeli kacamata, mereparasi kembali, dll. memang cukup mahal. tapi memang tidak ada ketertarikan di hati saya. dan saya jelaskan kepada orang tersebut kalau harganya terlalu mahal.

"nah maka dari itu, saya ingin menawarkan promo mbak. khusus hari ini kalau anda membeli produk kami, kami bebaskan dari harga normal."

dia menunjukan selembar kertas, tertera harga Rp 2xx.xxx,- *syarat dan ketentuan berlaku.
dan langsung saayaberbasa-basi menanyakan syarat tersebut.

"Ada dua syarat, yang pertama, anda harus benar-benar memiliki penyakit mata. dan yang kedua, anda berobat menggunakan bantuan pemerintah seperti askes, atau jamkesmas."

saya lega, dan saya jelaskan bahwa saya tidak memiliki jaminan kesehatan apapun.

"yang benar? nggak bohong kan mbak? kalau nanti saya kroscek ke ketua RW anda bagaimana?"

dengan senang hati saya mempersilahkan, memang benar saya berkata jujur.

"jadi benar ya mbak nggak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah sama sekali? yakin?"
"ya."

"yasudah, salaman dulu mbak. karna mbak belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah sama sekali,  mbak berhak mendapatkan kacamata ini dengan kami bebaskan dari harga normal. bagaimana?"

"wah maaf mas, saya nggak punya uang sebanyak itu sekarang. kalo mau nanti malam saja ketemu sama orang tua saya."

"wah nggak bisa mbak kalau diluar jam kerja, dan kesempatan yang kami berikan hanya untuk hari ini saja. kalau mau mbak bisa mengusahakannya dengan meminjam tetangga atau teman dulu."

dengan tegas saya menolak, dengan alasan saya buru-buru akan pergi.

"yah, jadi mbak akan melewatkan kesempatan ini ya."

"ya mas nggak papa, kebetulan memang masih banyak kebutuhan yang lain yang masih harus dipenuhi."
kata saya.

"yasudah mbak kalo begitu saya permisi dulu."

saya antarkan sampai ke depan pintu, kemudian saya tutup pintu rapat-rapat, lalu saya kembali tidur.


***

yang seperti itu adalah modus, agar barangnya laku terjual. jadi syarat yang diberikan itu sebenarna tidak ada. memiliki atau tidak jaminan kesehatan akan tetap jadi target penjualan sales-sales tersebut.
so, kalian jangan mudah tertipu dengan hal serupa ya, tolak dengan tegas jika kalian memang nggak membutuhkan barang tersebut.

semoga bermanfaat :)




Tuesday, November 27, 2012

Campur-Aduk

yah, bicara soal hidup, rasanya.... berjuta rasanya. Campur-aduk lah tepatnya.
nggak cuma senang-senang aja, kadang ada dukanya. Nggak cuma ketawa-ketawa aja, kadang ada tangisnya juga. Nggak cuma manisnya aja, tapi juga ada pahitnya..
yah, semua yang ada di kehidupan kita nggak cuma satu jenis aja. pasti ada pasangannya.
hitam-putih, gelap-terang, baik-buruk, semuanya hidup berdampingan..
bosan kan hidup kalo cuma gitu-gitu aja. monoton kan? ya nggak guys? ;)

ya seperti itulah hidup. beruntunglah kalian yang pernah merasakannya, termasuk saya :)
semoga kedepannya kehidupan kita semakin baik ya :)